7 Kebiasaan Anak Magang yang Sukses Jadi Karyawan Tetap
Tidak semua anak magang direkrut setelah masa magang selesai.
Tapi mereka yang dipilih biasanya punya kebiasaan-kebiasaan kecil yang membuat atasan percaya bahwa mereka layak diberi kesempatan.
Berikut 7 kebiasaan yang terbukti bikin anak magang jadi kandidat karyawan tetap.
1. Selalu Tepat Waktu dan Disiplin
Anak magang yang datang tepat waktu dinilai serius dan dapat dipercaya.
Disiplin sederhana seperti ini membuat HR merasa kamu punya etos kerja yang baik.
2. Proaktif Bertanya dan Tidak Menunggu Disuruh
Perusahaan suka anak magang yang cepat tanggap.
Contoh kebiasaan proaktif:
- menawarkan bantuan
- menanyakan prioritas tugas
- mencari solusi sebelum bertanya
3. Mencatat Semua Arahan dan Brief
Ini kebiasaan yang bikin kamu terlihat profesional.
Dengan mencatat, kamu menghindari kesalahan dan membuat pekerjaan jadi lebih cepat.
4. Hasil Kerja Selalu Rapi dan Melebihi Ekspektasi
Bukan perfeksionis, tapi detail-oriented.
Perusahaan suka anak magang yang mengerjakan tugas dengan:
- format rapi
- penamaan file jelas
- laporan lengkap
5. Bersikap Sopan & Mudah Bergaul di Kantor
Soft skill penting untuk dinilai “cocok bekerja di sini”.
Anak magang yang mudah diajak komunikasi sering jadi favorit tim.
6. Mau Belajar Hal Baru Tanpa Mengeluh
HR menandai anak magang yang terlihat punya growth mindset.
Selalu bilang:
“Siap kak, boleh diajarkan.”
atau
“Aku coba dulu ya kak, nanti kalau ada kendala aku update.”
7. Membangun Relasi Baik dengan Mentor dan HR
Karyawan tetap biasanya dipilih dari anak magang yang:
- aktif berbicara dengan HR
- sopan pada staff
- menjaga hubungan baik sampai magang selesai
Networking = peluang kerja.
Kesimpulan
Menjadi anak magang yang sukses itu tidak sulit.
Cukup konsisten dengan 7 kebiasaan di atas, dan kamu bisa membuka kesempatan besar untuk direkrut sebagai karyawan tetap setelah masa magang berakhir.