Realita Dunia Kerja: Mengapa Gen Z Menginginkan Gaji Tinggi?

Gen Z sedang meningkatkan skill melalui pembelajaran online.

Generasi Z atau Gen Z tumbuh di era digital yang sangat cepat, penuh peluang, dan sangat terbuka. Mereka melihat berbagai cerita kesuksesan di media sosial, mulai dari freelancer yang bisa bekerja dari mana saja, pekerja remote dengan gaji dolar, hingga anak muda yang membangun bisnis sendiri. Wajar jika banyak Gen Z memiliki harapan gaji tinggi sejak awal karier.

Namun, kenyataannya dunia kerja tidak selalu seindah yang terlihat. Perusahaan memiliki standar yang jauh lebih ketat, dan persaingan antar kandidat semakin tinggi. Oleh karena itu, memahami perbedaan antara harapan dan realita menjadi sangat penting agar Gen Z bisa menavigasi karier dengan lebih bijak.

Harapan Gaji Tinggi: Fenomena Umum di Kalangan Gen Z

Gen Z cenderung menginginkan gaji di atas UMR bahkan untuk posisi entry-level. Banyak yang berharap mendapat gaji yang sama dengan role-role digital seperti content creator, digital marketer, atau UI/UX designer, meski belum memiliki pengalaman mendalam. Hal ini tidak salah, ambisi adalah aset. Namun, harus dibarengi dengan strategi dan pemahaman realita pasar kerja.

Realita Dunia Kerja: Perusahaan Menuntut Skill dan Portofolio

Perusahaan saat ini lebih fokus pada:

  • Skill yang bisa dibuktikan
  • Portofolio nyata
  • Pengalaman magang
  • Kemampuan adaptasi di lingkungan kerja hybrid atau remote
  • Kompetensi yang terukur melalui sertifikasi

Dengan banyaknya pesaing, Gen Z membutuhkan nilai tambah agar bisa bersaing dan layak menerima gaji tinggi.

Mengapa Banyak Gen Z Tidak Sesuai Harapan Gajinya?

Beberapa alasan umum:

  1. Tidak memiliki pengalaman relevan
  2. Skill masih umum, belum spesifik
  3. Portofolio terbatas
  4. Kurang memahami standar industri
  5. Belum punya sertifikasi kompetensi yang diakui

Tanpa kompetensi yang jelas, perusahaan menganggap risiko perekrutan lebih tinggi.

Cara Gen Z Bisa Meningkatkan Nilai Jual di Dunia Kerja

Untuk meningkatkan peluang mendapatkan gaji tinggi, Gen Z bisa fokus pada mengikuti magang online untuk menambah portofolio, mengambil sertifikasi profesional yang diakui industri, membangun personal branding di LinkedIn, menambah skill digital seperti marketing, copywriting, data, atau desain.

Mengikuti kursus praktis yang bisa langsung diterapkan. Inilah alasan mengapa program seperti Satu Magang yang terverifikasi BNSP menjadi sangat relevan untuk Gen Z.

Program Satu Magang (Terverifikasi BNSP)

Jika kamu ingin meningkatkan peluang karier, Satu Magang adalah platform magang online yang sudah terverifikasi BNSP dan memberikan pengalaman kerja nyata.

Keunggulan Satu Magang:

  • Terverifikasi BNSP, kredibel & diakui nasional
  • Dapat pelatihan kerja profesional
  • Tersedia program sertifikasi kompetensi
  • Bisa WFH dan fleksibel untuk mahasiswa
  • Portofolio real project
  • Mentor dari industri
  • Cocok untuk Gen Z yang ingin cepat naik level

Program ini sangat membantu Gen Z tampil lebih profesional di mata HR, sehingga harapan gaji tinggi menjadi lebih realistis dan dapat dicapai.

Harapan gaji tinggi bukan hal yang salah, justru menjadi motivasi bagi Gen Z untuk berkembang. Namun, penting juga untuk memahami realita dunia kerja, di mana skill, portofolio, dan sertifikasi memainkan peran besar dalam menentukan nilai seorang kandidat.

Dengan mempersiapkan diri melalui magang, pelatihan, dan sertifikasi profesional seperti yang disediakan Satu Magang, Gen Z dapat meningkatkan peluang mereka mendapatkan karier dan gaji yang diimpikan.

Dunia kerja modern mungkin penuh tantangan, tetapi juga menyimpan banyak peluang. Gen Z hanya perlu strategi yang tepat: belajar, berlatih, membangun pengalaman, dan menguatkan kompetensi. Dengan itu semua, masa depan profesional yang cerah bukan lagi harapan, tetapi kenyataan yang dapat dicapai.

Hubungi Kami