Kenapa Banyak Gen Z Insecure di Dunia Kerja? Ini

Tekanan karier dan standar kerja tinggi untuk Gen Z

Masuk ke dunia kerja seharusnya menjadi fase yang membanggakan, namun bagi banyak Gen Z, justru terasa penuh tekanan. Rasa insecure di dunia kerja muncul saat melihat tuntutan skill yang tinggi. Pengalaman kerja yang seolah wajib dimiliki sejak awal, serta persaingan yang semakin ketat.

Fenomena ini bukan karena Gen Z lemah atau malas, melainkan perubahan ekosistem kerja yang sangat cepat—terutama di era digital dan industri kreatif.

Standar Dunia Kerja Semakin Tinggi

Saat ini, perusahaan tidak hanya mencari lulusan dengan IPK bagus, tetapi skill, pengalaman kerja atau magang, sertifikasi kompetensi yang diakui. Di sinilah banyak Gen Z mulai membandingkan diri dengan orang lain dan merasa “tertinggal”.

Overexposure Media Sosial

LinkedIn, Instagram, dan TikTok sering menampilkan fresh graduate dengan jabatan mentereng. Anak muda sukses di usia 20-an, karier yang terlihat “cepat dan mulus”. Tanpa disadari, ini memperkuat rasa tidak cukup dan menurunkan kepercayaan diri Gen Z.

Kurangnya Validasi Kompetensi Resmi

Banyak Gen Z sebenarnya punya skill, tetapi tidak terdokumentasi dengan baik, tidak dibuktikan lewat sertifikat resmi. Padahal, sertifikasi kompetensi seperti sertifikasi BNSP digital marketing dapat menjadi bukti objektif kemampuan, bukan sekadar klaim di CV.

Dunia Kerja Butuh Bukti, Bukan Janji

Perusahaan lebih percaya pada kandidat yang memiliki pengalaman magang nyata, portofolio kerja, sertifikat resmi seperti sertifikat BNSP digital marketing. Tanpa itu, wajar jika Gen Z merasa ragu pada diri sendiri.

Di sinilah Satu Magang hadir sebagai solusi nyata bagi Gen Z yang ingin masuk dunia kerja dengan lebih percaya diri.

  • ✅ Magang online fleksibel, bisa dari rumah
  • ✅ Dibimbing mentor profesional
  • ✅ Portofolio nyata, bukan sekadar teori
  • ✅ Terintegrasi dengan pelatihan dan sertifikasi BNSP digital marketing
  • ✅ Sertifikat resmi negara, diakui industri

Melalui Satu Magang, peserta bisa mempersiapkan diri menghadapi ujian BNSP digital marketing, memahami alur biaya sertifikasi BNSP digital marketing, hingga mendapatkan sertifikat digital marketing BNSP yang valid dan kredibel.

Rasa insecure yang dialami Gen Z di dunia kerja bukanlah kelemahan personal, melainkan respons alami terhadap tuntutan industri yang semakin kompleks. Tanpa bekal pengalaman dan bukti kompetensi, rasa ragu akan terus muncul. Solusinya bukan sekadar “lebih percaya diri”, tetapi mempersiapkan diri dengan cara yang tepat.

Jika Gen Z ingin mengurangi rasa insecure di dunia kerja, langkah realistis adalah mengikuti magang yang relevan, membangun portofolio nyata, memiliki sertifikasi resmi seperti sertifikasi kompetensi digital marketing BNSP. Karier bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling siap.

Hubungi Kami